Apa bedanya antara suka, kagum, sama cinta?

Benar kata penulis di dakwatuna.com, cintailah yang kita miliki bukan mencintai apa yang belum menjadi milik kita.

Wajar, kalo kamu menyukai orang lain, mengagumi mereka atas dasar kekaguman pada kepintaran, kewibawaan mereka. Ada sesuatu didalam diri mereka yang menjadikan kamu mengagumi bahkan menyukai mereka. Sekali lagi itu wajar, fitrah sebagai manusia.

Sayangnya,kesukaan itu akan merambat menjadi zina mata, zina hati dan memikirkan hal yang tidak seharusnya dipikirkan. Sebagai seseorang yang menyukai mereka, maka orang tersebut akan selalu dalam keadaan memperhatikan mereka. Kekaguman, kesukaan pun merambat menjadi mencintainya dalam hati.

Meski hanya mencintainya didalam hati, tak ayal terkadang terbersit di hati untuk memilikinya, untuk mengetahui apa dia juga menyukai ‘aku’. Perhatian yang kita berikan pada dia (orang yang semula kita kagumi) akan menjadikan dia memberikan respon kepada kita dalam bentuk perhatian yang sama atau bahkan tidak. Sayangnya, bagi seseorang yang mencintai, apapun, sekecil apapun perhatian dia seperti hanya bertegur sapa, sms dari dia,atau senyuman dari dia, bahkan tatapan mata dia akan direspon oleh otak yang mencintai sebagai bukti bahwa dia memiliki perasaan yang sama dengan kita. Namun, bagaimana jika tidak?

Seseorang yang kita cintai sekarang belum tentu merupakan seseorang yang akan menjadi pasangan hidup kita baik di dunia dan diakhirat. Bukankah sungguh sebuah pemborosan mencintai seseorang yang bukan menjadi milik kita? Dan amat disayangkan karena kita telah membagi hati kita untuk orang lain yang bukan siapa-siapa dan tidak memberikan hati kita sepenuhnya terhadap seseorang yang telah ditakdirkan jadi pasangan hidup kita.

Sukailah, kagumi mereka dalam batas yang wajar. Yang menjadikan kamu termotivasi untuk menjadi seperti mereka atau lebih dari mereka. Karena suka itu wajar. Namun tetap menjaga mata kita dan hati kita, karena cinta bermula dari tatapan mata. Jaga hati kita dan berikan ia sepenuhnya kepada seseorang dimasa depan yang akan menjadi milik kita di dunia dan akhirat serta cintailah Dia yang menganugrahkan rasa cinta dihati hamba-Nya diatas segala cinta yang kamu berikan terhadap makhluk-Nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s